Skip to main content

Kenali Penyebab Bau Mulut

Mulut menjadi bau disebabkan oleh kebiasaan merawat gigi dan mulut yang kurang tepat, ditambah lagi dengan tidak merawatnya secara rutin. Jenis makanan yang kita konsumsi juga berpengaruh, selain gaya hidup tidak sehat yang biasanya tanpa sadar kita jalani.


Semua makanan yang kita konsumsi, terutama makanan yang beraroma tajam, seperti bawang putih, berperan dalam menimbulkan aroma bau mulut. Sisa-sisa makanan yang tertinggal di mulut turut andil memberikan aroma tidak sedap pada mulut. Bila kita tidak menyikat gigi dan menggunakan benang gigi secara rutin, sisa-sisa makanan akan tertinggal di sela-sela gigi. Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri di gigi, lidah, dan gusi. Kita perlu kenali penyebab bau mulut.

Kebiasaan-Kebiasaan yang Memicu Bau Mulut
Ada beberapa kebiasaan buruk yang membuat mulut berbau tidak sedap. Kebiasaan-kebiasaan itu adalah:
Kurangnya menjaga kebersihan mulut
Seperti yang sudah disampaikan di atas, kebersihan mulut yang kurang terjaga sangat mudah menjadikan mulut berbau tidak sedap. Ketika kondisi mulut dikotori oleh sisa-sisa makanan, akan terbentuk lapisan transparan yang disebut plak yang merupakan tempat bakteri berkembang. Untuk mencegah hal ini, sikatlah gigi secara teratur setelah makan. Sikat juga lidah kita untuk mengendalikan bau mulut. Gunakan dental floss untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi yang tidak terjangkau oleh sikat gigi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan mulut.
Periksakan juga gigi secara teratur kepada dokter gigi untuk meminimalkan risiko serangan penyakit mulut. Dokter mungkin akan menyarankan untuk berkumur dengan obat kumur yang ampuh membunuh bakteri akibat penumpukan plak.
Kebiasaan Merokok
Rokok merupakan penyebab lain dari timbulnya bau mulut. Kebiasaan merokok tidak hanya merusak paru-paru, tetapi juga menciptakan noda pada gigi dan iritasi gusi. Selanjutnya, keadaan ini dapat berkembang menjadi sakit gigi dan radang gusiKedua faktor inilah yang menyebabkan terjadinya bau mulut.
Efek menjalani diet
Diet dengan cara mengurangi karbohidrat juga dapat menjadi penyebab bau mulut. Ketika sedang kekurangan karbohidrat, secara alami tubuh akan memecah lemak. Lalu terbentuklah bahan kimia yang disebut keton. Zat inilah yang dapat menyebabkan bau mulut.
Mengonsumsi makanan beraroma tajam
Beberapa makanan dengan bumbu rempah beraroma tajam biasa meninggalkan bau tidak sedap pada mulut. Begitu juga dengan konsumsi kopi dan minuman beralkohol. Agar terhindar dari bau mulut, hindari mengonsumsi makanan dan minuman seperti ini.
Penyakit
Ada penyebab lain yang membuat mulut berbau tidak sedap, yaitu kondisi kesehatan secara umum. Ketika sedang mengalami mulut kering yang berarti kurangnya air liur, bakteri menjadi lebih mudah berkembang dan akhirnya memunculkan bau mulut.
Kondisi pencernaan yang kurang sehat pun dapat menyebabkan bau mulut. Contohnya adalah infeksi bakteri pada lambung dan usus kecil.
Penyakit lainnya yang juga berpotensi menciptakan bau mulut adalah diabetes, bronkitis, sinusitis, penyakit paru-paru, tonsillitis dan sinusitis.
Obat-obatan
Obat-obatan yang sedang kita konsumsi juga dapat menyebabkan bau mulut, seperti obat penenang, obat kemoterapi, dan obat-obatan penghilang nyeri dada akibat berkurangnya pasokan darah menuju jantung.

Di antara penyebab-penyebab di atas, bau mulut banyak terjadi karena kurangnya kebersihan mulut. Masalahnya, selama ini banyak orang mengira bahwa menyikat gigi sudah cukup untuk membersihkan gigi sekaligus mencegah bau mulut. Namun demikian, selain menyikat gigi, menggunakan obat kumur (mouthwash) dapat membantu kita mendapatkan gigi dan mulut yang sehat dan terhindar dari penyakit. 

Kita perlu menggunakan mouthwash sebagai salah satu kegiatan rutin harian kita dalam menjaga kesehatan mulut. Teratur menggunakan mouthwash di pagi setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur dapat mencegah timbulnya plak yang disebabkan oleh adanya sisa-sisa makanan dan bau yang ditimbulkan dari makanan beraroma tajam di sela-sela gigi. Kita dapat memilih untuk menggunakan mouthwash yang mengandung minyak esensial. Sebuah penelitian membuktikan bahwa mouthwash yang mengandung minyak esensial lebih efektif untuk melawan kuman penyebab plak, menghambat perkembangan plak. serta mengurangi radang gusi.

Risiko untuk mengalami bau mulut akan selalu menerpa, apalagi jika kita memiliki kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mulut. Sebagai tindakan pencegahan, tidak ada salahnya untuk menggunakan mouthwash sebagai bagian dari upaya mempertahankan kebersihan mulut. kita juga disarankan untuk menjaga kesehatan area mulut dan mencari tahu cara mengatasi bau mulut.






Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Dampak Sering Mengonsumsi Bubble Tea?

Bubble tea  menjadi salah satu minuman yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak muda. Bahkan, banyak orang yang rela antre dan menunggu cukup lama untuk menikmati minuman ini. Meski nikmat, apakah sering mengonsumsi  bubble tea  baik untuk kesehatan? Bubble tea  adalah minuman yang berasal dari Taiwan dan mulai populer sejak tahun 90-an. Minuman ini berisi teh yang dapat ditambahkan perisa buah, sirup, susu, serta  bubble  warna hitam yang diletakkan di bagian dasar gelas. Bubble  atau  boba  yang terdapat di minuman ini berasal dari mutiara tapioka (sejenis makanan tradisional yang mirip cendol).  Bubble  ini diolah dengan cara direbus dan dicampurkan dengan  gula merah , sehingga terbentuklah bola-bola berwarna kehitaman yang manis, lembut, dan kenyal ketika dikunyah. Kandungan Nutrisi  Bubble Tea Bubble tea  adalah minuman manis yang mengandung banyak gula. Pa...

Waspada Bahan Makanan Yang Sering Membuat Keracunan

Keracunan makanan biasa terjadi akibat mengonsumsi makanan yang tidak higienis sehingga terkontaminasi kuman atau racun. Meski penyebabnya bisa makanan apa saja, namun ada beberapa jenis makanan yang sering menyebabkan keracunan. Keracunan   m akanan  merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi kuman atau zat berbahaya. Kontaminasi bisa terjadi saat pengolahan, penyimpanan, maupun penyajiannya. Berdasarkan data dari  Food Standards Agency , terdapat 900.000 kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Makanan yang Sering Menyebabkan Keracunan Gejala keracunan makanan bisa berupa mual, muntah, diare berair atau berdarah, nyeri dan kram perut, demam, kelelahan, nyeri otot, serta sakit kepala. Keluhan tersebut dapat muncul beberapa jam, hari, atau minggu setelah makanan dikonsumsi, dan bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Kebanyakan kasus keracunan makanan disebabkan bakteri, virus, dan parasit yang menge...

10 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu

Kalsium atau Ca merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sumber kalsium yang paling umum dikenal adalah susu. Namun, tidak semua orang bisa atau suka mengonsumsi susu. Tapi jangan khawatir, terdapat beragam makanan yang mengandung kalsium yang bisa kita konsumsi sebagai alternatif. Seperti yang diketahui hampir seluruh kalsium dalam tubuh kita tersimpan di tulang dan gigi. Hanya 1 persen yang ada di dalam darah, sel-sel otot, dan jaringan tubuh lain. Baca juga: Penanganan Sakit Gigi Berlubang Cadangan kalsium dalam tubuh akan terus berkurang seiring pertambahan usia. Aktivitas yang kita lakukan, jenis kelamin, dan ras juga sangat memengaruhi jumlah cadangan kalsium tubuh. Oleh karena itu, pastikan asupan kalsium kita cukup agar kebutuhan kalsium tubuh tetap terpenuhi. 10 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu Susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Namun beberapa dari kita tidak menyukai susu, alergi susu atau memiliki kondisi intoleransi lakto...