Skip to main content

5 Manfaat Ikan Laut untuk Kesehatan




Konsumsi ikan laut bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi hal umum, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang daerah pesisir pantai. Namun budaya mengonsumsi ikan laut ini belum begitu digemari banyak masyarakat.  Selain memiliki rasa yang lezat, ikan laut juga mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh.
Ikan merupakan bahan makanan yang kaya akan protein, mineral, dan lemak sehat. Selain itu, ikan juga mengandung asam lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan tubuh. Meski kini suplemen asam lemak omega-3 sudah banyak dijual bebas, tapi kita tetap disarankan untuk memperolehnya langsung dari makanan, termasuk dari ikan laut.
Manfaat Mengonsumsi Ikan untuk Kesehatan
Manfaat yang dapat kita peroleh dari mengonsumsi ikan laut cukup banyak, di antaranya:
  • Mencegah penyakit jantung
    Ikan laut memiliki protein yang tinggi dan kadar kolesterol yang lebih rendah dibandingkan daging merah. Hal ini membuat daging ikan menjadi salah satu sumber protein sehat yang baik untuk kesehatan jantung. Terdapat penelitian yang menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi ikan yang kaya asam lemak omega-3 dapat menurunkan kadar lemak dalam darah, sehingga menurunkan risiko penyakit jantung.
  • Menjaga fungsi dan kesehatan otak
    Beberapa jenis ikan laut, seperti salmon, sarden, dan ikan teri, kaya akan kandungan asam lemak omega-3 yang dibutuhkan anak-anak untuk perkembangan dan pembentukan otaknya. Tidak hanya itu, penelitian juga menemukan bahwa mengonsumsi ikan laut yang mengandung asam lemak omega-3 bermanfaat membantu meredakan gejala depresi dan demensia pada lansia, serta baik untuk menjaga kesehatan otak.
    Meski demikian, data klinis yang mendukung dugaan mengenai efektivitas asam lemak omega-3 dalam meredakan 
    gejala depresi, demensia, dan gangguan fungsi otak, sejauh ini masih belum konsisten. Jadi masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat omega-3 tersebut.
  • Mendukung kesehatan tulang
    Vitamin D tidak hanya dibentuk oleh tubuh dengan bantuan sinar matahari, tapi juga bisa kita dapatkan dengan mengonsumsi ikan laut. Ikan laut merupakan salah satu sumber vitamin D dan kalsium yang dapat mendukung kesehatan tulang dan mencegah penyakit tertentu. Dengan mengonsumsi ikan salmon sekitar 8 gram sehari dapat memenuhi 75 persen kebutuhan vitamin D harian kita.
  • Baik untuk penderita gangguan tiroid
    Ikan laut dikenal memiliki kandungan mineral yang cukup lengkap. Ikan laut mengandung mineral yang baik untuk penyakit tiroid, yaitu yodium dan selenium. Sejauh ini diketahui bahwa salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit tiroid adalah kekurangan yodium, karena itu ikan laut dapat menjadi salah satu asupan yang baik untuk mencegah penyakit tiroid.
    Penelitian lebih lanjut mengemukakan bahwa kandungan selenium pada ikan laut dapat membantu memelihara fungsi tiroid dan mencegah kerusakan tiroid lebih lanjut.
  • Menjaga kesehatan mata
    Pola makan tinggi asam lemak omega-3 yang diperoleh dari ikan laut atau suplemen terbukti dapat membantu menjaga kesehatan mata. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rutin mengonsumsi ikan laut atau suplemen omega-3 dengan dosis minimal 500 mg per hari, berisiko lebih rendah untuk terkena penyakit degenerasi makula dan kerusakan retina terkait diabetes.
Dengan mengetahui berbagai manfaat dari ikan laut ini kita dapat menerapkan budaya konsumsi ikan laut untuk konsumsi harian kita. Selain itu potensi maritim negara kita yang cukup baik sudah pasti dapat menyediakan kebutuhan ikan laut untuk konsumsi masyarakat. Banyak cara olahan yang dapat kita praktikan dalam mengolah ikan laut sesuai selera.


Terlepas dari berbagai manfaat mengonsumsi ikan bagi kesehatan tubuh di atas, kita harus jeli dalam memilih jenis ikan laut yang tepat untuk dikonsumsi. Hindari mengonsumsi ikan yang memiliki kadar merkuri tinggi, seperti ikan hiu, ikan todak (swordfish), dan ‘king’ makarel. Selain itu tidak semua seafood memiliki kandungan gizi yang sama, beberapa jenis seafood seperti udang, cumi-cumi dan kepiting cenderung mengandung kolesterol yang tinggi. Sehingga kita harus berhati-hati dalam mengonsumsi bahan makanan tertentu agar tidak berlebihan. Konsultasikan dengan dokter ahli gizi, jika memiliki kondisi kesehatan tertentu sebelum mengonsumsi ikan laut.



Comments

Popular posts from this blog

Bagaimana Dampak Sering Mengonsumsi Bubble Tea?

Bubble tea  menjadi salah satu minuman yang sedang populer di kalangan masyarakat Indonesia, terutama anak-anak muda. Bahkan, banyak orang yang rela antre dan menunggu cukup lama untuk menikmati minuman ini. Meski nikmat, apakah sering mengonsumsi  bubble tea  baik untuk kesehatan? Bubble tea  adalah minuman yang berasal dari Taiwan dan mulai populer sejak tahun 90-an. Minuman ini berisi teh yang dapat ditambahkan perisa buah, sirup, susu, serta  bubble  warna hitam yang diletakkan di bagian dasar gelas. Bubble  atau  boba  yang terdapat di minuman ini berasal dari mutiara tapioka (sejenis makanan tradisional yang mirip cendol).  Bubble  ini diolah dengan cara direbus dan dicampurkan dengan  gula merah , sehingga terbentuklah bola-bola berwarna kehitaman yang manis, lembut, dan kenyal ketika dikunyah. Kandungan Nutrisi  Bubble Tea Bubble tea  adalah minuman manis yang mengandung banyak gula. Pa...

Waspada Bahan Makanan Yang Sering Membuat Keracunan

Keracunan makanan biasa terjadi akibat mengonsumsi makanan yang tidak higienis sehingga terkontaminasi kuman atau racun. Meski penyebabnya bisa makanan apa saja, namun ada beberapa jenis makanan yang sering menyebabkan keracunan. Keracunan   m akanan  merupakan gangguan kesehatan yang disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi kuman atau zat berbahaya. Kontaminasi bisa terjadi saat pengolahan, penyimpanan, maupun penyajiannya. Berdasarkan data dari  Food Standards Agency , terdapat 900.000 kasus keracunan makanan setiap tahunnya. Makanan yang Sering Menyebabkan Keracunan Gejala keracunan makanan bisa berupa mual, muntah, diare berair atau berdarah, nyeri dan kram perut, demam, kelelahan, nyeri otot, serta sakit kepala. Keluhan tersebut dapat muncul beberapa jam, hari, atau minggu setelah makanan dikonsumsi, dan bisa berlangsung selama beberapa jam sampai beberapa hari. Kebanyakan kasus keracunan makanan disebabkan bakteri, virus, dan parasit yang menge...

10 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu

Kalsium atau Ca merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sumber kalsium yang paling umum dikenal adalah susu. Namun, tidak semua orang bisa atau suka mengonsumsi susu. Tapi jangan khawatir, terdapat beragam makanan yang mengandung kalsium yang bisa kita konsumsi sebagai alternatif. Seperti yang diketahui hampir seluruh kalsium dalam tubuh kita tersimpan di tulang dan gigi. Hanya 1 persen yang ada di dalam darah, sel-sel otot, dan jaringan tubuh lain. Baca juga: Penanganan Sakit Gigi Berlubang Cadangan kalsium dalam tubuh akan terus berkurang seiring pertambahan usia. Aktivitas yang kita lakukan, jenis kelamin, dan ras juga sangat memengaruhi jumlah cadangan kalsium tubuh. Oleh karena itu, pastikan asupan kalsium kita cukup agar kebutuhan kalsium tubuh tetap terpenuhi. 10 Makanan yang Mengandung Kalsium Tinggi Selain Susu Susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik. Namun beberapa dari kita tidak menyukai susu, alergi susu atau memiliki kondisi intoleransi lakto...